CASE Tools: UML-Rational Rose
Metodologi perancangan sistem
paling canggih saat ini !
Dengan
Rational Rose tugas perancangan sistem anda menjadi lebih mudah. Rational
Rose adalah CASE Tools yang memudahkan anda merancang dan menganalisis
sistem dengan pendekatan yang berorientasi objek (object-oriented design
and programming). Dimulai dari analisis domain masalah, business requirements,
data model, function model, generate database & application code,
sampai dengan menuliskan dokumentasi sistem; semuanya dilakukan secara
otomatis oleh tools ini. Informasi lanjut mengenai pelatihan ini, lihat
silabus dan jadwal kelas pelatihan CASE Tools: UML- Rational Rose.
Balanced Scorecards (BSC), Apa dan Mengapa?
Balanced
Scorecards (BSC) adalah suatu sistem dan metodologi manajemen strategik
yang memungkinkan perusahaan untuk melipatgandakan performansi keuangan
dalam jangka panjang secara berkesinambungan (sustainable).
Sistem
dan metodologi BSC dimulai dari proses awal formulasi strategi dan analisisnya
(trendwatching, SWOT, envisioning), perencanaan strategik (strategic
planning), pembuatan program kerja (programming), pembuatan anggaran
(budgeting), pengujian kuantitatif, analisis what-if scenario, proses
komunikasi, pembangunan komitmen, pelaksanaan, monitoring, umpan balik
dan proses pembelajaran.
Dalam
implementasi metodologinya BSC memungkinkan perusahaan untuk merumuskan
Visi, Misi, Core Values, Core Beliefs, Goals, dan Strategy perusahaan
yang komprehensif dan koheren, menerjemahkan Visi, Misi, Core Values,
Core Beliefs, Goals, dan Strategy menjadi berbagai sasaran strategis,
ukuran strategis, target, dan inisiatif startegis dalam berbagai perspektif
(financial, customer, internal process, learning & growth) sehingga
rencana strategik (strategic plan) yang dibuat menjadi komprehensif,
koheren, dan seimbang (balanced). Keseimbangan disini terutama adalah
keseimbangan antara ukuran financial dengan ukuran non-finansial atau
antara ukuran hasil (outcome measures) dengan ukuran pemacu performansi
(performance measures). Selanjutnya, metodologi BSC akan menjabarkan
inisiatif strategik menjadi program kerja dan budget, serta menghitung
dan menganalisis kembali target pelipatgandaan performansi finansial
perusahaan secara menyeluruh (bottom up process), menjalankan berbagai
alternatif skenario perencanaan lainnya (what-if scenario) termasuk
menguji asumsi-asumsi bisnis yang dipakai.
Jika
rencana startegis telah dirumuskan, metodologi BSC juga akan membantu
proses eksekusinya. Dalam hampir semua kasus yang terjadi di banyak
perusahaan, ada gap antara strategi dan aksi (action). Strategi dan
aksi tidak sejalan. Metodologi BSC membuat strategi dan aksi menjadi
sejalan (aligned). Penerapannya akan membuat organisasi perusahaan menjadi
organisasi yang berfokus kepada strategi (strategy-focused organization).
Ada
tiga hal yang membuat implementasi BSC sukses, yaitu: tool set, mind
set, dan skill set. Tool set menyangkut tools, khususnya IT tools dan
sistem/prosedur. Mind set menyangkut values, belief, paradigm, dan culture.
Skill set menyangkut kompetensi perusahaan dan SDM-nya. Workshop ini
akan membahas ketiga hal tersebut.
Peserta
akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berdasarkan keragaman tugas
fungsional dan kedekatan industrinya, yang selanjutnya akan mengerjakan
tugas perancangan BSC dari kasus yang dipilih sendiri, sampai pada implementasinya
ke BSC Software: Learnit@BSC. Pada tahap ini peserta akan mencoba berbagai
skenario data bisnis, dan merasakan sendiri bagaimana memainkan dashboard
(panel pengendali) perusahaan dari rancangan BSC yang telah dibuat.
Setiap kelompok akan melakukan 2 kali presentasi masing-masing selama
30 menit, di hari ke-2 dan ke-3, yaitu pada saat selesai merancang BSC
secara manual di kertas kerja, dan pada saat telah selesai memasukkan
semua model BSC dan ukuran serta berbagai data skenario bisnis di komputer
(Software BSC). Diskusi kelas yang terjadi diharapkan dapat menjadi
sharing media yang efektif dalam menambah wawasan dan pengalaman bagi
peserta. Target di akhir Workshop adalah peserta telah siap dan mampu
menerapkan (atau setidaknya mampu mengkoordinasikan penerapan) BSC diperusahaannya
sampai pada level mengimplementasikannya dengan IT Tools (BSC Software:
Learnit@BSC) yang licensed copy-nya kami berikan kepada setiap peserta. Selain itu, workshop juga akan membahas mengenai evolusi lanjut dari BSC, yaitu: PERFORMANCE PRISM

IT in the future is nothing to do with IT anymore, IT in the future
is Project Management
Kompetensi
di bidang Project Management (PM) akan sangat dibutuhkan di masa-masa
yang akan datang. Trend ini telah terjadi pada perusahaan-perusahaan
multinasional dunia. Perusahaan cenderung fokus pada apa yang menjadi
keunggulan bersaing (competitive advantage) mereka. Sementara
pekerjaan atau kompetensi yang umum, yang banyak tersedia di pasar,
cenderung di serahkan ke vendor (di-outsource). Di perusahaan
IT, programmer, super programmer dan tenaga IT super-specialist lainnya,
adalah tenaga andalan dengan nilai competitive advantage sangat tinggi.
Namun sebaliknya, di perusahaan non IT, programmer dan IT specialist
lainnya adalah tenaga umum dengan nilai competitive advantage yang tidak
tinggi. Bagi perusahaan non IT, justru profesi seperti business analyst,
system analyst, dan project manager dianggap mempunyai nilai competitive
advantage yang tinggi. Itulah sebabnya kecendrungan outsourcing mulai
mewabah bagi banyak perusahaan di dunia. Pekerjaan seperti programming,
IT operations & service, dan maintenance dianggap bukan kompetensi mereka.
Bukan fokus untuk dijadikan competitive advantage. Keunggulan perusahaan
justru terletak pada desain produk/layanan dan system yang mendukungnya.
Jadi terletak pada business analyst/system analyst. Jika mereka yang
merancang pola baju, maka programmer tinggal menjahitnya saja. Bagaimana
dengan Project Manager (PM)? Justru PM akan semakin diperlukan. Semakin
banyak pekerjaan di outsource, semakin dibutuhkan seorang Project
Manager untuk mengkoordinasi seluruh seluruh kegiatan dalam siklus hidup
suatu proyek.

Only
The Best IT Tools in The World
Ya, hanya tools terbaik saja yang kami kembangkan menjadi paket pelatihan
di Learnit. Dalam terminologi IT kita mengenal teknologi baru dari kelompok
tools, engines, atau utilities. Ada begitu banyak merek di pasaran.
Mana yang terbaik untuk anda? Ada dua prinsip yang dapat dipakai dalam
memilih tools mana yang terbaik. Pertama, tools tersebut harus standard,
terbuka, tidak tergantung pada platform (Mesin & OS), serta mendukung
standard protokol dan middleware yang telah dipakai secara umum (ODBC,
JDBC, ORB/CORBA, TCP/IP, HTML/XML, API, dll) dan mendukung konsep multi
tiers dan object oriented method. Kedua, tools tersebut harus sudah
well proven (terbukti bagus) di lapangan selama kurun waktu yang cukup
lama. Kedua prinsip ini juga yang kami pakai untuk memilih tools terbaik,
yang teknik dan metode aplikasinya kami kembangkan menjadi modul-modul
pelatihan di Learnit. Tools dari ORACLE, JAVA, C, C++, DELPHI, Macromedia,
dan Solusi Teknologi CISCO adalah pilihan terbaik yang ada saat ini
dan telah kami kembangkan menjadi core competency kami di Learnit. Pemilihan
yang terbaik dibidangnya tetap akan kami pedomani dalam mengembangkan
paket pelatihan lainnya. Hanya yang terbaik saja yang kami persembahkan
untuk anda.
